WELCOME INDOBOKEP27 !!

SELAMAT DATANG DICAPSABOLA BERMAIN GAME SLOT, CASINO, BOLA DLL.. CAPSABOLA SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA DENGAN MENGGUNAKAN UANG ASLI INDONESIA!! MENERIMA VIA DEPOSIT PULSA; XL | AXIS | TELKOMSEL, LINK : WWW.CAPSABOLA.COM, WHATSAPP +855964877987

Senin, 20 April 2020

Aku Si Pemuas Nafsu Tante Girang

Aku Si Pemuas Nafsu Tante Girang

AGEN BOLA ONLINE INDONESIA - Saat ini aku kuliah disalah satu universitas, sebagai cowok aku biasa-biasa saja tapi
menurut teman-teman wanitaku aku tampan. Pendapat teman-temanku yang mengatakan aku tampan
membuatku PD untuk bergaul lebih. Bahkan sekarang aku sudah berani menggoda tante-tante
yang suka dugem. Pernah juga aku alami ngentot dengan tante Silvi ditoilet salah satu
diskotik, karena tante Silvi sudah horni banget dan langsung mnggeretku kekamar mandi
untuk memuaskan nafsunya. Aku tanpa menolak pun langsung melayani liarnya nafsu tante
Silvi. Karena aku mendapat dua keuntungan yaitu menikmati tubuh tante Silvi dan juga aku
mendapatkan uang dari tante Silvi.

Aku Si Pemuas Nafsu Tante Girang



AGEN SLOT ONLINE INDONESIA - Namun setelah hubunganku bersama tante silvi berakhir karena suaminya sudah pulang dari
luar negri, aku bingung dengan siapa aku mendapatkan kenikmatan secara gratis dan juga
mendapatkan uang. Dan timbullah keinginanku untuk iseng jalan-jalan ke mall yang biasa
banyak tente-tante nongakrong. Selesai pulang kuliah aku langsung menuju kesebuah mall,
dan nongakronglah aku disebuaf café yang ada dimall. Setelah lama aku lihat-lihat, aku tak
menemukan seorang pun tante yang sedang nongakrong juga, aku pun berniat untuk pulang.
Diperjalananku keluar mall, dari kejauhan aku melihat sosok wanita sekitar 37 tahunan
sedang asik disebuah conter HP. Mungakin sit ante sedang memilih HP untuk dibelinya.
Aku yang tak punya niat untuk beli HP pun langsung menuju ke conter temapt tante tersebut.
Aku berpura-pura menanyakan kepada kariawan conter suatu HP yang pastinya sudah aku
pikirkan tidak ada diconter tersbut. Aku duduk persis disamping tante tersebut, sungguh
indah badantante tersebut. Baju yang tante kenakan sangat setrit sekali dengan pasangan
rok yang sangat minim sekali sehingga paha putih mulus tante dapat terlihat dengan jelas.
Payudara tante itu juga sangat montok sekali, sehingga adik kecil yang ada didalam
celanaku pun langsung berdiri tegak - INDOBOKEP27




AGEN CASINO ONLINE INDONESIA - Kepala tanggung, karena penisku sudah tegang dibuat oleh tubuh molek tante, aku pun memeberanikan diri untuk menyapa tante itu “Lagi cari HP apa tante??” tanyaku. “Eeeehhh…
ini lagi cari HP yang seperti ini (sambil menunjukan sebuah HP)” jawab tante. Oooowh…itu
HP bagus tante, keluaran terbaru lhoo tante” candaku biar semakin akrab dengan tante.
“Iyhaaa…makanya tante langsung mencari HP ini ketik tante tau HP ini sudah keluar
kepasaran” jawab tante. “Aaahh jadi pengen tante” ucapku sambil tersenyum. “Hehe…Pengen
yaaa???” ujar tante. “Iyha pengen tante, habis bagus siiih” jawabku. “Ini kalau pengen”
ucap tante tersebut sambil memberiku secarik kertas yang bertuliskan nomer HP.
Setelah selesai membayar Hp yang dibeli tante tersebut, tante lekas pergi meninggalkanku.
Dan aku semakin dibuat penasaran dengan tante tersebut. Apa mungakin ini pengganti dari
tante Silvi?? Ucapku dalam hati. Setelah tante pergi entah tak tau kemana, aku pun
langsung pulang, dan berniat nanti malam aku akan langsung menghubungi nomer telpon yang
tante berikan tadi dimall. Dan malam pun Tiba dan langsung aku menelpon nomer tante
tersebut - AGEN LIVE CASINO ONLINE INDONESIA


“halooo ini tante yg diplaza tadi ya.??”
iaa, ni siapa yaa ?’
“ini aku yg tadi ngbrol dengan tante di toko Hp tadii” - AGEN JUDI ONLINE VIA PULSA
“oogh,iyhaaa aku ingat.??”
“oya,nama kamu siapa??”
“aku Rio tan , nama tante siapa? tante tinggal dmna.?? Uda berkelurga ya tan.? Maaf banyak
tanya ya tan, habis nya gerogi ngmong dengan tante yg cantik dan sexy. hehehe”
“aaahk, Rio bisa aja mengoda tante, panggil aja Tante Indri, tante uda berkluarga kog Cuma
suami tante tinggal diluar kota. Tante tinggal di Perumahan Taman SetiaBudi”
Panjang lebar kami mengbrol dengan tante itu, diakhir telepon aku berani kan diri bertanya
dengan tante itu.Cerita Sex Terbaru
“tan, kapan² aku boleh main kerumah gak tan.??”
“hmmm, boleehh datang aj kapan kamu mau, tpi kalo mau datang hub tante aja dulu yaa, biar
tante bersiap-siap pakai pakaian yang sexyy , hehehe”
jatung ku berdetak kencang saat tante itu menjawab seperti itu serasa dapat Harta karun.
“ahkk, tante bisa aja bercanda yaa, ya da selamat malam ya tan.”
Lusa nya tepat nya jam 7 malam,aku menelepon tante tersebut dan hendak mau kerumah nyaa.
tante itu pun meng ia kan , dan aku segera meluncur kerumah nya. Sesampai di rumah tante
itu, bahh, rumah nya mewah bangett, tamannya cukup asri. Aku memencet tombol rumah nya,
dan langsung diosuruh masuk oleh pembantu nya. Aku duduk di ruang tamu dan datang la
sesosok wanita yg berdadan cantik bangett, ternyata itu Tante Indri, aku diam menatap
tante itu. Looh, kog melamun, ayukk kita makan dulu diluar,kamu bisa bawak mobil kan.?’.
“iiiaaa iaaa tan, dengan groggi bercampur gugup aku menjawab nya”
Kemudian kami makan malam diluar disana aku bukan hanya makan tapi melamunin tubuh tante
tersebutt, gak kebayang kalo aku bisa ngentot dengan tante ini. Setelah makan kami selesai
kami pulang kerumah tante, “tan, kenapa baju tante gak diganti dengan baju rumahan, kan
lebih nyaman pakai baju biasa tant,?”. biar saja pakain baju ini, biar kamu tertarik dan
terpcaing untuk membuka baju tante dengan sendirinya, pancing tante trsebut dengan
genitnya.
Kami duduk berhadapan diruang tamunya,dan aku melamun hampir 3menit melihat body tante yg
aduhaaai ini. Saat itu aku kaget pada saat aku melamun terdengar aku suara desahhan
perempuan yg membuat aku sadar ternyata itu dari video Hp tante itu, dan tante itu puin
mendekati aku, dan memacing aku.
“Rio,kamu mau gak puasin tante malam ni,? Malam ni kamu tidur dirumah tante saja, kita
ngentot satu malam ini, puaasiinn tanteeee” bisik tante ini dikupung aku
“akkuu takut tan, ntar pembantu tante tauuu”
“tenang aja pembantu tante uda tante suruh didalam kamar saja dan tidak akan memberitau
kepada suami tante” aku pun mendapat angin sejuk. Tante itu pun menjilati kuping aku dan
tangannya pun naik turun dari atas kepala ku kebawah paha ku, tante itu terus memancing
aku dan menari nari erotis di depan aku, Setelah menari tante itu pun duduk diatas
pangakuan aku duduk diatas kedua paha aku, dan kami berciuman memainkan lidahh beradu
lidah satu sama lain, sambil berdesahh, aahkkk, hmmmmm ahkkk ahh ahh,
Aku pun tak mau kalah , aku remas-remas tetek yg besar itu, aku buka kancing baju nya dan
aku buka baju nya, terlihat BH tante yg sexy dengan motif² yang bagus, aku buka BH tante
itu danm terlihat tetek yg Indah dan langsung aku emut emutt, aku jilatinn aku mainkan
teteknya, sehingga membuat tante tersebut mendesah.
“Aahk ahhh ahhh , Rio puasin tantee malam ini sampai pagii.. Aahhh ooh yess…isap yg kuat ,
emut pentil tante sayangg,,,,,ahh ahhh uhhm…..”
sambil aku isap tetek nya sambil aku peluk tante itu dan aku remas remas pantatnya yg
montok itu,
Tak lama kemudian kami berdiri kami berciuman lagi sambil mengoyangakan badan kami.
tante uda gak tahan sayangg , ayukk kentotin tante sayangg,.
“ia tante sayang aku juga uda gak tahan.. “
aku buka celana tante , telihat G-string tante yg model nya hanya tertutup bagian pepek
saja, aku buka, dan langsung aku jilat jilat pepek tante,
hmm , harum sekali pepek tante, aku suka tantee,
ia sayang emut teruss jilat teruss buat tante terbang kelangit ketujuh sayang..
ahhh.. oooh yess baby, emutt sayang jilattiin terusssssss.
“Ahhh ahhh ahhh ohh yess uhhm .. aaaaaaaaaaaaaaahhk, tante uda orgasmee niiiih sayangggg”
desah tante m’buat aku semakin bergairah,Cerita Sex Terbaru
kemudian tante berdiri dan mebuka celana aku dan sempak aku. tante tersebut kaget melihat
ukuran kontol aku yg cukup besar dan gemuk, tag tahan tante melihat langsung diemut nya
kontol aku, sluppp sluppp slrupp, bunyi kontol aku yg keluar masuk dari mulut tante ,
tann, aku gak tahann, ayuuk kita ngentot tann,, ia sayangg , sambil dicium nya aku, dan
aku pun mulai memasukan kontol aku kepepek tante itu, sayangg pelan pelan ya masukin nya,
kontol kamu gemuk bget sayang.
“ia tante ku sayangg, blesssssss akhirnya kontol aku pun masukk, aahhh yess babyy, sayangg
puasin tantee sekarang”
“ia tante. Aku mengoyang goyang kan pinggul ku kami melakukan posisi MON.
“ahh yess ahh ahhh ahh yess, hhmm kontol kamu enak banget sayangg, ahhhh yesss , ooohh
ouhhh, hmmmm.”
“sayang ganti posisi, sekarang tante yg akan mengoyangakan kamu sayang, kamu dimaktin aja
pepek tante ya sayaannnnnnngg.”
“Pelan pelan dimasukin , ahhhhh, tan, rasa nya kontol aku dipijit pijit” digoyangakan nya
pantat tante yg montok, sambil aku isap isap tetek tante.
“Sayangg isap in tetek tante yaa, emutt teruss, ia tan.”
“ahhhhhh ooohhh yesss, ahhh ahhh ahhk oooughhhhhhhhhhyess.”
Tak lama kemudian “Tann, aku mau keluar ini, ahhh ahhhhhoohhh ,,
“ia sayang tante jugaa, kamu keluari didalm aja yaa, tante pengen rasain manik kamu didlam
sayangg.”
“iyha tann”
Tante pun mulia mengoyang-goyangakan dengan nikmatnyaa.
“aaaaahh ahhh ahhhkkk yesss yesssssss, aaahh ahhh tannnn , akkkuu keluaaaarrrrr ni,,
aahhhh ahh oughhhhhhhhhhh.”
kami pun berpelukan posisi tante di atas tubuh ku, Rio sayangg, biarinn dulu yaa kontol
kamu nancep dipepek tantee,, pepek tantee masiih mau di entot lagiii. kami pun istirahat
sejenak dan posisi tidak berubah. Nikmatt bangett pepek tanteee, aku berbisik ditelinga
tante, dan aku cium kening nya.

Sabtu, 04 April 2020

Pembantu Yang Selalu Ku Ngentoti

Pembantu Yang Selalu Ku Ngentoti

AGEN BOLA ONLINE INDONESIA - Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Hartono yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.


Pembantu Yang Selalu Ku Ngentoti


Walaupun orang kampung, Bi Eha tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Hartono sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan hartono saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.

AGEN SLOT ONLINE INDONESIA  - Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Bi Eha – janda yang sudah lama ditinggal suami – masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah.

Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Hartono yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Eha merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.

AGEN CASINO ONLINE INDONESIA  - Malam itu, Bi Eha kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu.

Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Hartono dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Hartono tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Hartono yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Hartono yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Eha nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah.



BANDAR BOLA ONLINE INDONESIA - Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Eha hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.
Dalam mimpinya Bi Eha merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Hartono. Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. Tanpa sadar Bi Eha mengigau sambil membusungkan dadanya.
“Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”

Kedua tangan Bi Eha memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Eha terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.

Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Hartono yang sedang mencumbuinya.

AGEN TOGEL ONLINE INDONESIA - Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?

Bi Eha langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Hartono akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Hartono?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Andre, putra tunggal majikannya yang masih berumur 15 tahunan!?

“Den Andre?!” pekiknya sambil menahan suaranya.
“Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Andre yang merah padam.
Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.
“Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin Andre..” katanya dengan suara memelas.

Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Eha.

“Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.
“Andre.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menjelaskan.
“Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliat-geliat. . ngghh.. Andre nggak tahan..” katanya kemudian.

“Oohh.. Den Andre.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Eha.
“Andre tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Andre ragu-ragu.
“Tapi kenapa?” Tanya Bi Eha penasaran
“Andre pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.

Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini? - INDOBOKEP27

“Kenapa Den Andre pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.
“Andre sering ngebayangin Bibi.. juga.. ngghh.. anu..”
“Anu apa?” desak Bi Eha makin penasaran.
“Andre suka ngintip.. Bibi lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Eha yang sudah terbuka lebar.

Andre melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Eha dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Eha dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.

“Boleh khan Bi?” kata Andre kemudian.
“Boleh apa?” sentak Bi Eha mulai sewot.
“Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Andre tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Eha.
“Den Andre jangan kurang ajar begitu sama perempuan.., ” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”

“Kok Kang Ujang boleh? Nanti Andre bilangin lho..” kata Andre mengancam.
“Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa. .” kata Bi Eha panik.
“Kalau gitu boleh dong Andre?”

AGEN TEMBAK IKAN ONLINE INDONESIA  - Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Eha berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Bi Eha lalu tersenyum kepada Andre seraya meraih tangannya.

“Den Andre mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Andre ke atas buah dadanya.

“Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.
Andre meremas kedua bukit kembar milik Bi Eha dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak nggak?” Tanya Bi Eha sambil melirik wajah anak itu.

“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Bi Eha.
Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?

POKER TEXAS INDONESIA - Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.

Lalu ia biarkan Andre meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. Andre mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Eha yang nampak meringis seperti menahan sesuatu.

“Sakit Bi?” tanyanya.
“Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu.. terus sambil diremas.. uugghh..”
Andre mengikuti semua perintah Bi Eha. Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Andre dalam hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.

AGEN JUDI ONLINE VIA PULSA - Bi Eha terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Andre satunya lagi sudah mulai berani mengelus-elus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya. Perasaan Bi Eha seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu gerayangan tangan Andre di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tidak sampai-sampai. Akhirnya Bi Eha mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Eha memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur. “Tidak bebas”, katanya.
Andre terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yang terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tidak ditahan oleh Bi Eha.

“Nggak apa-apa.. pegang aja.. pelan-pelan. . ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”
Andre semangat mendengar erangan Bi Eha yang begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Eha. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Eha melenguh. Andre meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di daerah itu membuat jari Andre mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.

“Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Andre pinter!” desah Bi Eha mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.
Sambil terus menyuruh Andre berbuat ini dan itu. Tangan Bi Eha mulai menggerayang ke tubuh Andre. Pertama-tama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.

“Mmmpphh..”, desah Bi Eha begitu merasakan batang kontol anak itu sudah keras seperti baja.
Ia melirik ke bawah dan melihat batang Andre mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini. Meski tidak sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Eha mengocok perlahan batang itu. Andre melenguh keenakan.
“Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh! ” pekik Andre perlahan.

Bi Eha tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Eha semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang mem*knya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar.. lalu.., Bi Eha merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkali-kali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai puncak kenikmatan. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.

Andre terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Eha yang nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Andre menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Eha kesakitan.

“Bi? Bibi kenapa? Nggak apa-apa khan?” tanyanya demikian polos.
“Nggak sayang.. Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Andre,” demikian kata Bi Eha seraya menciumi wajah tampan anak itu.

Dengan penuh nafsu, bibir Andre dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayang ke sekujur tubuh anak muda ini. Andre senang melihat kegarangan Bi Eha. Ia balas menyerang dengan meremas-remas kedua payudara pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.
“Aduh Den.. enak sekali. Den Andre pinter.. uugghh!” erang Bi Eha kenikmatan.

Bi Eha benar-benar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Ia yakin Andre masih perjaka tulen. Bi Eha semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Andre hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapu-nyapu di sekitar kemaluan Andre. Melumat batang yang sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.

Tubuh Andre berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Eha mempermainkan biji pelernya, kemudian melata-lata ke sekujur batang kemaluannya. Andre merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Andre merasa tak sanggup lagi menahan desakan yang akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Eha rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal batang kemaluan Andre sehingga tidak langsung menyembur.
“Akh Bi.. kenapa?” Tanya Andre bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tiba-tiba tidak jadi.

“Nggak apa-apa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak,” jawabnya seraya naik ke atas tubuh Andre.
Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Eha mengarahkan batang kontol Andre persis ke arah liang mem*knya. Perlahan-lahan tubuh Bi Eha turun sambil memegang kontol Andre yang sudah mulai masuk.

“Uugghh.. enak nggak Den?”
“Aduuhh.. Bi Eha.. sedaapphh..! ” pekiknya.

Andre merasakan batang kontolnya seperti disedot liang mem*k Bi Eha. Terasa sekali kedutan-kedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Eha tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri mengimbangi tusukan kontol Andre.

“Auugghh Deenn..uueennaakk! ” jerit Bi Eha seperti kesetanan.
“Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”
Andre mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.
“Bi.. saya mau keluaarr..” Jeritnya.
“Iya Den.. ayo.. keluarin aja. Bibi juga mau keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal-sengal.

Andre mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang mem*k Bi Eha dengan tusukan bertubi-tubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Eha erat-erat, Andre menyemburkan cairan kentalnya berkali-kali.

“Crot.. croott.. crott!”
“Aaakkhh..” Bi Eha juga mengalami orgasme.
Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Andre.
“Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”

Kedua insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa-sisa akhir dari kenikmatan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Eha mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepada Andre.
“Gimana Den. Enak khan?”

“Iya Bi, enak sekali,” jawab Andre seraya memeluk Bi Eha.
Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi Eha yang menggelantung persis di depan mukanya.
“Ih Aden nakal,” katanya semakin genit.
Tangan Bi Eha kembali merayap ke arah batang kontol Andre yang sudah lemas. Mengelus-elus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.
“Bibi isep lagi ya Den?”

Andre hanya bisa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Eha ketika mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Andre meninggalkan kamar Bi Eha dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseri-seri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yang luar biasa.

Rabu, 01 April 2020

Bercinta Dengan Ibu Kost Semok

Bercinta Dengan Ibu Kost Semok

AGEN BOLA ONLINE INDONESIA  - Robby, seorang bujangan berumur 28 tahun yang saat ini sedang kebingungan. Pasalnya, panggilan pekerjaan dari sebuah perusahaan dimana dia melamar begitu mendadak. Dia bingung bagaimana harus mencari tempat tinggal secepat ini. Perusahaan dimana dia melamar terletak di luar kota, jangka waktu panggilan itu selama empat hari, dimana dia harus melakukan tes wawancarara.

Bercinta Dengan Ibu Kost Semok



Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya, dengan tujuan penginapanlah dimana dia harus tinggal. Dengan bekal yang cukup malah berlebih mungkin, sampailah dia di penginapan dimana perusahaan yang dia lamar terletak di kota itu juga. Sudah 2 hari ini dia tinggal di penginapan itu, selama ini dia sudah mepersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan guna kelancaran dalam tes wawancara nanti.

AGEN SLOT ONLINE INDONESIA  - Sampai pada akhirnya, dia membaca di surat kabar, bahwa disitu tertulis menerima kos-kosan atau tempat tinggal yang permanen. Kemudian dengan bergegas dia mendatangi alamat tersebut. Sampai pada akhirnya, sampailah dia di depan pintu rumah yang dimaksud itu.


AGEN CASINO ONLINE INDONESIA  - Perlahan Robby mengetuk pintu, tidak lama kemudian terdengar suara kunci terbuka diikuti dengan seorang wanita tua yang muncul.
“Iya, ada perlu apa, Pak..?”
“Oh, begini.., tadi saya membaca surat kabar, disitu tertulis bahwa di rumah ini menyediakan kamar untuk tempat tinggal.” sahut Robby seketika.
“Oh, ya, memang benar, silakan masuk Pak, biar saya memanggil nyonya dulu,” wanita tua itu mempersilakan Robby masuk.
“Hm.., baik, terima kasih.”
Sejenak kemudian Robby sudah duduk di kursi ruang tamu.

BANDAR BOLA ONLINE INDONESIA - Melayani Nafsu Birahi Ibu Kostku | Terlihat sekali keadaan ruang tamu yang sejuk dan asri. Robby memperhatikan sambil melamun. Tiba-tiba Robby dikejutkan oleh suara wanita yang masuk ke ruang tamu.
“Selamat siang, ada yang perlu saya bantu..?”
Terhenyak Robby dibuatnya, di depan dia sekarang berdiri seorang wanita yang boleh dikatakan belum terlalu tua, umurnya sekitar 40 tahunan, cantik, anggun dan berwibawa.

“Oh.., eh.. selamat siang,” Robby tergagap kemudian dia melanjutkan, “Begini Bu..”
“Panggil saya Bu Vina..,” tukas wanita itu menyahut.
“Hm.., o ya, Bu Vina, tadi saya membaca surat kabar yang tertulis bahwa disini ada kamar untuk disewakan.”
“Oh, ya. Hm.., siapa nama anda..?”
“Robby Bu,” sahut Robby seketika.

AGEN TOGEL ONLINE INDONESIA - Memang benar disini ada kamar disewakan, perlu diketahui oleh Nak Robby bahwa di rumah ini hanya ada tiga orang, yaitu, saya, anak saya yang masih SMA dan pembantu wanita yang tadi bicara sama Nak Robby, kami memang menyediakan satu kamar kosong untuk disewakan, selain agar kamar itu tidak kotor juga rumah ini biar tambah ramai penghuninya.” dengan singkat Bu Vina menjelaskan semuanya.

“Hm, suami Ibu..?” tanya Robby singkat.
“Oh ya, saya dan suami saya sudah bercerai satu tahun yang lalu,” jawab Bu Vina singkat.
“Ooo, begitu ya, untuk masalah biayanya, berapa sewanya..?” tanya Robby kemudian.
“Hm, begini, Nak Robby mau mengambil berapa bulan, biaya sewa sebulannya dua ratus tujuh puluh ribu rupiah,” jawab Bu Vina menerangkan.
“Baiklah Bu Vina, saya akan mengambil sewa untuk enam bulan,” kata Robby.
“Oke, tunggu sebentar, Ibu akan mengambil kuitansinya.”
Akhirnya setelah mengemasi barang-barang di penginapan, tinggallah Robby disitu dengan Bu Vina, Ida anak Bu Vina dan Bik Sumi pembantu Bu Vina.

POKER TEXAS INDONESIA - Sudah satu bulan ini Robby tinggal sambil menunggu panggilan selanjutnya. Dan sudah satu bulan ini pula Robby punya keinginan yang aneh terhadap Bu Vina. Wanita yang anggun, cantik dan berwibawa yang cukup lama hidup sendirian. Robby tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin wanita yang masih kelihatan muda dari segi fisiknya itu dapat betah hidup sendirian. Bagaimana Bu Vina menyalurkan hasrat seksualnya. Ingin sekali Robby bercinta dengan Bu Vina. Apalagi sering Robby melihat Bu Vina memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh Bu Vina yang masih kelihatan kencang dan indah. Ingin sekali Robby menyentuhnya - INDOBOKEP27


“Aku harus bisa mendapatkannya..!” gumam Robby suatu saat.
“Saya harus mencari cara,” gumamnya lagi.

AGEN JUDI ONLINE VIA PULSA - Sampai pada suatu saat kemudian, yaitu pada saat malam Minggu, rumah kelihatan sepi, maklum saja, Ida anak Bu Vina tidur di tempat neneknya, Bik Sumi balik ke kampung selama dua hari, katanya ada anaknya yang sakit. Tinggallah Robby dan Bu Vina sendirian di rumah. Tapi Robby sudah mempersiapkan cara bagaimana melampiaskan hasratnya terhadap Bu Vina. Lama Robby di kamar, jam menunjukkan pukul delapan malam, dia melihat Bu Vina menonton TV di ruang tengah sendirian. Akhirnya setelah mantap, Robby pun keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah.

“Selamat malam, Bu, boleh saya temani..?” sejenak Robby berbasa-basi.
“Oh, silakan Nak Robby..,” mempersilakan Bu Vina kepada Robby.
“Ngomong-ngomong, tidak keluar nih Nak Robby, malam Minggu loh, masa di rumah terus, apa tidak bosan..?” tanya Bu Vina kemudian.
“Ah, nggak Bu, lagian keluar kemana, biasanya juga malam Minggu di rumah saja,” jawab Robby sekenanya.
Lama mereka berdua terdiam sambil menikmati acara TV.

“Oh, ya, Bu, boleh saya buatkan minum..?” tanya Robby tiba-tiba.
“Lho, tidak usah Nak Robby, kok repot-repot..,”
“Ah, nggak apa-apa, sekali-kali saya yang buatkan minuman untuk Ibu, masak Ibu dan Bik Sumi saja yang selalu membuatkan minuman untuk saya.”
“Hm.., boleh kalau begitu, Ibu ingin minum teh saja,” kata Bu Vina sambil tersenyum.
“Baiklah Bu, kalau begitu tunggu sebentar.” segera Robby bergegas ke dapur.

Tidak lama kemudian Robby sudah kembali sambil membawa nampan berisi dua teh dan sedikit makanan kecil di piring.
“Silakan Bu, diminum, mumpung masih hangat..!”
“Terima kasih, Nak Robby.”
Akhirnya setelah sekian lama terdiam lagi, terlihat Bu Vina sudah mulai mengantuk, tidak lama kemudian Bu Vina sudah tertidur di kursi dengan keadaan memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh dan payudaranya yang indah. Tersenyum Robby melihatnya.

“Akhirnya aku berhasil, ternyata obat tidur yang kubeli di apotik siang tadi benar-benar manjur, obat ini akan bekerja untuk beberapa saat kemudian,” gumam Robby penuh kemenangan.
“Beruntung sekali tadi Bu Vina mau kubuatkan teh, sehingga obat tidur itu dapat kucampur dengan teh yang diminum Bu Vina,” gumamnya sekali lagi.

Sejenak Robby memperhatikan Bu Vina, tubuh yang pasrah yang siap dipermainkan oleh lelaki manapun. Timbul gejolak kelelakian Robby yang normal tatkala melihat tubuh indah yang tergolek lemah itu. Diremas-remasnya dengan lembut payudara yang montok itu bergantian kanan kiri sambil tangan yang satunya bergerilnya menyentuh paha sampai ke ujung paha. Terdengar desahan perlahan dari mulut Bu Vina, spontan Robby menarik kedua tangannya.

“Mengapa harus gugup, Bu Vina sudah terpengaruh obat tidur itu sampai beberapa saat nanti,” gumam Robby dalam hati.
Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Robby kemudian membopong tubuh Bu Vina memasuki kamar Robby sendiri. Digeletakkan dengan perlahan tubuh yang indah di atas tempat tidur, sesaat kemudian Robby sudah mengunci kamar, lalu mengeluarkan tali yang memang sengaja dia simpan siang tadi di laci mejanya.

Tidak lama kemudian Robby sudah mengikat kedua tangan Bu Vina di atas tempat tidur. Melihat keadaan tubuh Bu Vina yang telentang itu, tidak sabar Robby untuk melampiaskan hasratnya terhadap Bu Vina.

“Malam ini aku akan menikmati tubuhmu yang indah itu Bu Vina,” kata Robby dalam hati.
Satu-persatu Robby melepaskan apa saja yang dipakai oleh Bu Vina. Perlahan-lahan, mulai dari daster, BH, kemudian celana dalam, sampai akhirnya setelah semua terlepas, Robby menyingkirkannya ke lantai. Terlihat sekali sekarang Bu Vina sudah dalam keadaan polos, telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Diamati oleh Robby mulai dari wajah yang cantik, payudara yang montok menyembul indah, perut yang ramping, dan terakhir paha yang mulus dan putih dengan gundukan daging di pangkal paha yang tertutup oleh rimbunnya rambut.

Sesaat kemudian Robby sudah menciumi tubuh Bu Vina mulai dari kaki, pelan-pelan naik ke paha, kemudian berlanjut ke perut dan terakhir ciuman Robby mendarat di payudara Bu Vina. Sesekali terdengar desahan kecil dari mulut Bu Vina, tapi Robby tidak memperdulikannya. Diciumi dan diremas-remas kedua payudara yang indah itu dengan mulut dan kedua tangan Robby. Puting merah jambu yang menonjol indah itu juga tidak lepas dari serangan-serangan Robby. Dikulum-kulum kedua puting itu dengan mulutnya dengan perasaan dan gairah birahi yang sudah memuncak. Setelah puas Robby melakukan itu semua, perlahan-lahan dia bangkit dari tempat tidur.

Satu-persatu Robby melepas pakaian yang melekat di badannya, akhirnya keadaan Robby sudah tidak beda dengan keadaan Bu Vina, telanjang bulat, polos, tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Terlihat kemaluan Robby yang sudah mengencang hebat siap dihunjamkan ke dalam vagina Bu Vina. Tersenyum Robby melihat rudalnya yang panjang dan besar, bangga sekali dia mempunyai rudal dengan bentuk begitu.

Perlahan-lahan Robby kembali naik ke tempat tidur dengan posisi telungkup menindih tubuh Bu Vina yang telanjang itu, kemudian dia memegang rudalnya dan pelan-pelan memasukkannya ke dalam vagina Bu Vina. Robby merasakan vagina yang masih rapat karena sudah setahun tidak pernah tersentuh oleh laki-laki. Akhirnya setelah sekian lama, rudal Robby sudah masuk semuanya ke dalam vagina Bu Vina.

Ketika Robby menghunjamkan rudalnya ke dalam vagina Bu Vina sampai masuk semua, terdengar rintihan kecil Bu Vina, “Ah.., ah.., ah..!”
Tapi Robby tidak menghiraukannya, dia lalu menggerakkan kedua pantatnya maju munjur dengan teratur, pelan-pelan tapi pasti.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar setiap kali ketika Robby melakukan aktivitasnya itu, diikuti dengan bunyi tempat tidur yang berderit-derit.

“Uh.., oh.., uh.., oh..,” sesekali Robby mengeluh kecil, sambil tangannya terus meremas-remas kedua payudara Bu Vina yang montok itu.
Lama Robby melakukan aktivitasnya itu, dirasakannya betapa masih kencangnya dan rapatnya vagina Bu Vina. Akhirnya Robby merasakan tubuhnya mengejang hebat, merapatkan rudalnya semakin dalam ke vagina Bu Vina.

“Ser.., ser.., ser..,” Robby merasakan cairan yang keluar dari ujung kemaluannya mengalir ke dalam vagina Bu Vina.
“Oh.. ah.. oh.. Bu Vina.., oh..!” terdengar keluhan panjang dari mulut Robby.
Setelah itu Robby merasakan tubuhnya yang lelah sekali, kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Bu Vina dengan posisi memeluk tubuh Bu Vina yang telah dinikmatinya itu.

Lama Robby dalam posisi itu sampai pada akhirnya dia dikejutkan oleh gerakan tubuh Bu Vina yang sudah mulai siuman. Secara reflek, Robby bangkit dari tempat tidurnya menuju ke arah saklar lampu dan mematikannya. Tertegun Robby berdiri di samping tempat tidur dalam kamar yang sudah dalam keadaan gelap gulita itu. Sesaat kemudian terdengar suara Bu Vina.

“Oh, dimana aku, mengapa gelap sekali..?”
Sebentar kemudian suasana menjadi hening.
“Dan, mengapa tanganku diikat, dan, oh.., tubuhku juga telanjang, kemana pakaianku, apa yang terjadi..?” terdengar suara Bu Vina pelan dan serak.

Suasana hening agak lama. Robby tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia diam saja.
Terdengar lagi suara Bu Vina mengeluh, “Oh.., tolonglah aku..! Apa yang terjadi padaku, mengapa aku bisa dalam keadaan begini, siapa yang melakukan ini terhadapku..?” keluh Bu Vina.
Akhirnya timbul kejantanan dalam diri Robby, bagaimanapun setelah apa yang dia lakukan terhadap Bu Vina, Robby harus berterus terang mengatakannya semuanya.

“Ini saya..,” gumam Robby lirih.
“Siapa, kamukah Yodi..? Mengapa kamu kembali lagi padaku..?” sahut Bu Vina agak keras.
“Bukan, ini saya Bu.., Robby..,” Robby berterus terang.

“Robby..!” kaget Bu Vina mendengarnya.
“Apa yang kamu lakukan pada Ibu, Robby..? Bicaralah..! Mengapa Ibu kamu perlakukan seperti ini..?” tanya Bu Vina kemudian.

Kemudian Robby bercerita mulai dari awal sampai akhir, bagaimana mula-mula dia tertarik pada Bu Vina, sampai pada keheranannya bagaimana juga Bu Vina dapat hidup sendiri selama setahun tanpa ada laki-laki yang dapat memuaskan hasrat birahi Bu Vina. Juga tidak lupa Robby menceritakan semua yang dia lakukan terhadap Bu Vina selama Bu Vina tidak sadar karena pengaruh obat tidur. Tertegun Bu Vina mendengar semua perkataan Robby. Lama mereka terdiam, tapi terdengar Bu Vina bicara lagi.

“Robby.., Robby.., Ibu memang menginginkan laki-laki yang bisa memuaskan hasrat birahi Ibu, tapi bukan begini caranya, mengapa kamu tidak berterus-terang pada Ibu sejak dulu, kalaupun kamu berterus terang meminta kepada Ibu, pasti Ibu akan memberikannya kepadamu, karena Ibu juga merasakan bagaimana tidak enaknya hidup sendiri tanpa laki-laki.”

“Terus terang saya malu Bu, saya malu kalau Ibu menolak saya.”
“Tapi setidaknya kan, berterus terang itu lebih sopan dan terhormat daripada harus memperlakukan Ibu seperti ini.”
“Saya tahu Bu, saya salah, saya siap menerima sanksi apapun, saya siap diusir dari rumah ini atau apa saja.”

“Oh, tidak Robby, bagaimanapun kamu telah melakukannya semua terhadap Ibu. Sekarang Ibu tidak lagi terpengaruh oleh obat tidur itu lagi, Ibu ingin kamu melakukannya lagi terhadap Ibu apa yang kamu perbuat tadi, Ibu juga menginginkannya Robby tidak hanya kamu saja.”
“Benar Bu..?” tanya Robby kaget.
“Benar Robby, sekarang nyalakanlah lampunya, biar Ibu bisa melihatmu seutuhnya,” pinta Bu Vina kemudian.

Tanpa pikir panjang lagi, Robby segera menyalakan lampu yang sejak tadi padam. Sekarang terlihatlah kedua tubuh mereka yang sama-sama polos, dan telanjang bulat dengan posisi Bu Vina terikat tangannya.

“Oh Robby, tubuhmu begitu atletis. Kemarilah, nikmatilah tubuh Ibu, Ibu menginginkannya Robby..! Ibu ingin kamu memuaskan hasrat birahi Ibu yang selama ini Ibu pendam, Ibu ingin malam ini Ibu benar-benar terpuaskan.”

Perlahan Robby mendekati Bu Vina, diperhatikan wajah yang tambah cantik itu karena memang kondisi Bu Vina yang sudah tersadar, beda dengan tadi ketika Bu Vina masih tidak sadarkan diri. Diusap-usapnya dengan lembut tubuh Bu Vina yang polos dan indah itu, mulai dari paha, perut, sampai payudara. Terdengar suara Bu Vina menggelinjang keenakan.

“Terus.., Robby.., ah.. terus..!” terlihat tubuh Bu Vina bergerak-gerak dengan lembut mengikuti sentuhan tangan Robby.
“Tapi, Robby, Ibu tidak ingin dalam keadaan begini, Ibu ingin kamu melepas tali pengikat tangan Ibu, biar Ibu bisa menyentuh tubuhmu juga..!” pinta Ibu Vina memelas.
“Baiklah Bu.”

Sedetik kemudian Robby sudah melepaskan ikatan tali di tangan Bu Vina. Setelah itu Robby duduk di pinggir tempat tidur sambil kedua tangannya terus mengusap-usap dan meremas-remas perut dan payudara Bu Vina.

“Nah, begini kan enak..,” kata Bu Vina.
Sesaat kemudian ganti tangan Bu Vina yang meremas-remas dan menarik maju mundur kemaluan Robby, tidak lama kemudian kemaluan Robby yang diremas-remas oleh Bu Vina mulai mengencang dan mengeras. Benar-benar hebat si Robby ini, dimana tadi kemaluannya sudah terpakai sekarang mengeras lagi. Benar-benar hyper dia.

“Oh.., Robby, kemaluanmu begitu keras dan kencang, begitu panjang dan besar, ingin Ibu memasukkannya ke dalam vagina Ibu.” kata Bu Vina lirih sambil terus mempermainkan kemaluan Robby yang sudah membesar itu.
Diperlakukan sedemikian rupa, Robby hanya dapat mendesah-desah menahan keenakan.
“Bu Vina, oh Bu Vina, terus Bu Vina..!” pinta Robby memelas.
Semakin hebat permainan seks yang mereka lakukan berdua, semakin hot, terdengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan kecil yang keluar dari mulut mereka berdua.

“Oh Robby, naiklah ke atas tempat tidur, naiklah ke atas tubuhku, luapkan hasratmu, puaskan diriku, berikanlah kenikmatanmu pada Ibu..! Ibu sudah tak tahan lagi, ibu sudah tak sabar lagi..” desis Bu Vina memelas dan memohon.

Sesaat kemudian Robby sudah naik ke atas tempat tidur, langsung menindih tubuh Bu Vina yang telanjang itu, sambil terus menciumi dan meremas-remas payudara Bu Vina yang indah itu.

“Oh, ah, oh, ah.., Robby oh..!” tidak ada kata yang lain yang dapat diucapkan Bu Vina yang selain merintih dan mendesah-desah, begitu juga dengan Robby yang hanya dapat mendesis dan mendesah, sambil menggosok-gosokkan kemaluannya di atas permukaan vagina Bu Vina. Reflek Bu Vina memeluk erat-erat tubuh Robby sambil sesekali mengusap-usap punggung Robby.

Sampai suatu ketika, tangan Bu Vina memegang kemaluan Robby dan memasukkannya ke dalam vaginanya. Pelan dan pasti Robby mulai memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina, sambil kedua kakinya bergerak menggeser kedua kaki Bu Vina agar merenggang dan tidak merapat, lalu menjepit kedua kaki Bu Vina dengan kedua kakinya untuk terus telentang. Akhirnya setelah sekian lama berusaha, karena memang tadi Robby sudah memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina, sekarang agak gampang Robby menembusnya, Robby sudah berhasil memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina.

Kemudian dengan reflek Robby menggerakkan kedua pantatnya maju mundur teru-menerus sambil menghunjamkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar ketika Robby melakukan aktivitasnya itu.
Terlihat tubuh Bu Vina bergerak menggelinjang keenakan sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya mengikuti irama gerakan pantat Robby.

“Ah.., ah.., oh.. Robby.., jangan lepaskan, teruskan, teruskan, jangan berhenti Robby, oh.., oh..!” terdengar rintihan dan desahan nafas Bu Vina yang keenakan.
Lama Robby melakukan aktivirasnya itu, menarik dan memasukkan kemaluannya terus-menerus ke dalam vagina Bu Vina. Sambil mulutnya terus menciumi dan mengulum kedua puting payudara Bu Vina.

“Oh.., ah.. Bu Vina, oh.., kamu memang cantik Bu Vina, akan kulakukan apa saja untuk bisa memuaskan hasrat birahimu, ih.., oh..!” desis Robby keenakan.
“Oh.., Robby.., bahagiakanlah Ibu malam ini dan seterusnya, oh Robby.., Ibu sudah tak tahan lagi, oh.., ah..!”
Semakin cepat gerakan Robby menarik dan memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina, semakin hebat pula goyangan pantat Bu Vina mengikuti irama permainan Robby, sambil tubuhnya terus menggelinjang bergerak-gerak tidak beraturan.

Semakin panas permainan seks mereka berdua, sampai akhirnya Bu Vina merintih, “Oh.., ah.., Robby.., Ibu sudah tak tahan lagi, Ibu sudah tak kuat lagi, Ibu mau keluar, oh Robby.., kamu memang perkasa..!”
“Keluarkan Bu..! Keluarkanlah..! Puaskan diri Ibu..! Puaskan hasrat Ibu sampai ke puncaknya..!” desis Robby menimpali.
“Mari kita keluarkan bersama-sama Bu Vina..! Oh, aku juga sudah tak tahan lagi,” desis Robby kemudian.

Setelah berkata begitu, Robby menambah genjotannya terhadap Bu Vina, terus-menerus tanpa henti, semakin cepat, semakin panas, terlihat sekali kedua tubuh yang basah oleh keringat dan telanjang itu menyatu begitu serasi dengan posisi tubuh Robby menindih tubuh Bu Vina.

Sampai akhirnya Robby merasakan tubuhnya mengejang hebat, begitu pula dengan tubuh Bu Vina. Keduanya saling merapatkan tubuhnya masing-masing lebih dalam, seakan-akan tidak ada yang memisahkannya.

“Ser.., ser.., ser..!” terasa keluar cairan kenikmatan keluar dari ujung kemaluan Robby mengalir ke dalam vagina Bu Vina, begitu nikmat seakan-akan seperti terbang ke langit ke tujuh, begitu pula dengan tubuh Bu Vina seakan-akan melayang-layang tanpa henti di udara menikmati kepuasan yang diberikan oleh Robby.
Sampai akhirnya mereka berdua berhenti karena merasa kelelahan yang amat sangat setelah bercinta begitu hebat.

Sejenak kemudian, masih dengan posisi yang saling menindih, terpancar senyum kepuasan dari mulut Bu Vina.
“Robby, terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada Ibu..,” kata Bu Vina sambil tangannya mengelus-elus rambut Robby.
“Sama-sama Bu, aku juga puas karena sudah membuat Ibu berhasil memuaskan hasrat birahi Ibu,” sahut Robby dengan posisi menyandarkan kepalanya di atas dada Bu Vina.
Suasana yang begitu mesra.

“Selama disini, mulai malam ini dan seterusnya, Ibu ingin kamu selalu memberi kepuasan birahi Ibu..!” pinta Ibu Vina.
“Saya berjanji Bu, saya akan selalu memberikan yang terbaik bagi Ibu..,” kata Robby kemudian.
“Ah, kamu bisa saja Wan,” tersungging senyum di bibir Bu Vina.
“Tapi, ngomong-ngomong bagaimana dengan Ida dan Bik Sumi..?” tanya Robby.
“Lho, kita kan bisa mencari waktu yang tepat. Disaat Ida berangkat sekolah juga bisa, dan Bik Sumi di dapur. Di saat keduanya tidur pun kita bisa melakukannya. Pokoknya setiap saat dan setiap waktu..!” jawab Bu Vina manja sambil tangannya mengusap-usap punggung Robby.

Sejenak Robby memandang wajah Bu Vina, sesaat kemudian keduanya sama-sama tertawa kecil. Akhirnya apa yang mereka pendam berdua terlampiaskan sudah. Sambil dengan keadaan yang masih telanjang dan posisi saling merangkul mesra, mereka akhirnya tertidur kelelahan.

Senin, 24 Februari 2020

Cerita Seks Indobokep27 - Seks Dengan Saudara Tiriku Sendiri

AGEN BOLA ONLINE INDONESIA - Sebelum aku menceritakan cerita sex nyata ini, maka sebelumnya aku perkenalkan namaku dulu, Nama ku Jeni, aku tinggal di kota S, saat ini aku masih kuliah semester akhir, Dan selama ini pula aku bisa menjaga kehormatanku karena aku tdk mau melakukan adegan seperti dalam film-film dewasa sebelum adanya pernikahan.

Cerita Seks Indobokep27 - Seks Dengan Saudara Tiriku Sendiri



AGEN SLOT ONLINE INDONESIA - Namun tak kusangka akhirnya bobol juga dinding yg selama ini ku jaga, aku melakukan hubungan intim dgn adik tiriku sendiri. Padahal baru 4 bulan dia tinggal bersamaku di rumah ini setelah mamaku menikah lagi dgn seorang pria yg membawa seorang anak juga, dia bernama Tedi seorang cowok slegean dan masih duduk di bagku SMA tp dia begitu nakal orangnya.

AGEN CASINO ONLINE INDONESIA - Ini terlihat ketika dia masuk ke rumah ini ada saja kelakuan yg bikin papanya marah, sedangkan mama dan aku hanya bisa melihatnya tanpa harus ikut campur dgn permasalahan mereka. Mulai di panggil ke kantor polisi karena Tedi ikut-ikutan tawuran dan masih banyak lagi. Beberapa kali juga papanya meminta maaf padaku dan juga mama karena merasa tdk bisa mendidik Tedi

Mama hanya bisa menjawab buat dia sabar menghadapi Tedi, mungkin dia masih labil karena masih muda juga. Dan aku memang tdk begitu akrab dgn Tedi tp bukannya dgn sikap bermusuhan, namun aku bersikap seolah lebih formal saja menghadapi Tedi yg sering bikin onar itu. Aku tdk bicara padanya jika tdk ada sesuatu yg penting untuk aku bicarakan denganya.

AGEN LIVE CASINO ONLINE INDONESIA - Pernah suatu hari aku bersama temanku Mety sedang berada di dalam kamar dan dgn tdk sopannya Tedi masuk
” Ada apa kamu masuk kesini.. ” Kataku sedikit membentaknya, dgn slegean dia menjawab
” Nggak aku mencari barangku siapa tahu ada di sini… ” Lalu dia pergi dgn sikap yg membuatku jengkel setengah mati begitu juga dgn temanku Mety.

BANDAR BOLA ONLINE INDONESIA - Sejak saat itu Mety sdh mewanti-wanti aku untuk waspada dan tdk lupa mengunci pintu kamarku. Dan aku hanya mengiyakan saja karena tdk mungkin juga Tedi sampai rela melakukan hal yg tdk senonoh padaku. Karena bagaimanapun juga aku adalah kakaknya meski bukan saudara kandung tp kalau di lihat tubuhnya begitu tinggi lewat jika di bandingkan tubuhku.

Karena meskipun aku sdh semester akhir tp banyak yg bilang kalau aku masi seperti duduk di bangku SMA. Sebenarnya aku pernah menjalin hubungan dgn seorang cowok teman kampusku juga, tp semua hanya berlangsung kurang lebih 5 bulan karena dia sepertinya akan melakukan hubungan lebih jauh padaku, dia bersikap layaknya pemain dalam sex yg memang aku takuti.

AGEN TOGEL ONLINE INDONESIA - Namun siapa sangka aku manahan nafsu dan menghindari semua itu meskipun bersama pacarku sekalipun. Tp akhirnya aku harus kehilangan kehormatanku justru dgn orang yg tdk aku duga sebelumnya, semua berawal ketika aku sedang sendirian di rumah saat itu cuaca lagi hujan yg turun mulai dari sore hari dan akupun jadi males buat beranjak dari tempat tidurku.

AGEN TEMBAK IKAN ONLINE INDONESIA - Meskipun mamaku pamit mau ke acara kantor papanya Tedi, aku hanya bisa menjawab dari atas tempat tidur dan kembali rebahan males di sana. Sampai akhirnya ketika mataku sdh merasakan kantuk tiba-tiba aku merasa pintu kamarku terbuka tp aku masih malas buat membuka mataku sampai akhirnya aku merasakan ada yg meraba kakiku saat itulah aku buka mataku.

Betapa terkejutnya aku ketika melihat Tedi berada di tempat tidurku, dia meraba kakiku dgn lembutnya
” Mau apa kamu kesini heh…” Teriakku kala itu namun dia bukannya menjawab tp lengang memeluk tubuhku dgn eratnya
” Lepas.. lepasiiinnnn Tedi…. ” Aku berusaha melepaskan tubuhku dari dekapannya tp dia lebih kuat dari yg kukira.



POKER TEXAS INDONESIA - Dgn kasar dia lepas bajuku yg memang hanya baju santai rumah, dan dgn mudahnya dia lepas dan terlihat tubuhku sdh tanpa pakaian lagi. Aku lihat Tedi tersenyum melihat tubuhku dan akupun menangis, karena tdk dapat menghindar aku lihat pintu kamarku sdh terkunci dan dia memiliki tubuh yg begitu kuat kini aku hanya bisa menangis di depannya - INDOBOKEP27


Namun bukannya trenyuh melihatku dia malah semakin menjadi-jadi, Tedi membuka bajunya dan diapun langsung merangkak naik ke atas tubuhku
” Sdh diam tdk ada yg bisa mendengarkan kamu sekarang… ” Aku menangis tp tetap saja minta dia untuk melepaskan aku
” Tolong Tedi jangan lakukan ini padaku… ” Kini aku lihat batang kemaluannya mengacung pada mekiku.

AGEN JUDI ONLINE VIA PULSA - Akupun menutup mataku karena ngeri juga melihatnya dan kembali menjerit ketika dia masukkan penisku pada lubang mekiku
” Ooooohhhh… mpppphhhhh….. sa…kit… aaaaggggh…Tedi.. jangan tolong… jangan Ted… ” Tp dia semakin menancapkan penisnya lebih dalam lagi pada mekiku, berbagai macam rasa aku rasakan waktu itu sakit, perih dan juga muak pada keadaan saat itu.

Tedi menggoyang pinggulnya perlahan mungkin dia merasa kalau mekiku masih begitu sempit
” Ooooccchhhhh… aku.. nggak. percaya… kalau kamu masih.. perawan kakakku sayang… ” Dia bagai pemain adegan dalam sex yg jahat, karena tdk ada ampun lagi dia terus menggoyang pantatnya lebih keras dan lebioh cepat lagi padaku dan aku hanya bisa meringis kesakitan.

Tedi rupanya menikmati goyangannya sendiri karena dia mendesah
” Ooooggghhhhhh… oooouuugggghh.. baru kali ini.. aku.. merasakan.. meki sempit sa..yg… aaaagggghhh…. aaaaaaggghhh… aaaaagghh… ” Sebenarnya aku muak dgn perlakuan Tedi padaku dan aku hanya bisa menangis saja bahkan aku tdk segan-segan untuk menjerit saat itu.

Namun Tedi tdk terpengaruh juga dia tetap saja mendesah dan mengerang
” Oooouuugggghh… mmmmmpppphhhh… oooouuuggghh… oooouuuggghh… aaaagggghhhh… sa… yg… aaaaggghh… aaaaagghh… ” Semakin perih kurasa mekiku saat ini dan akhirnya aku merasa dia semakin dalam menekan penisnya dgn tubuh semakin di rapatkan pada tubuhku.

Minggu, 23 Februari 2020

Cerita Seks Indobokep27 - Perjakali Diambil Oleh Tukang Pijit

AGEN BOLA ONLINE INDONESIA - Sebagai seorang konsultan aku sering pergi keluar kota dan menginap di hotel bisa sampai berbulan-bulan lamanya. Seringnya menginap sekamar bareng dengan anggota tim lainnya namun kadang juga menginap sendirian. Pekerjaanku yang bersifat projek jelas sering menuntut waktu ekstra dan kerja keras sehingga membuatku mengalami keletihan baik fisik dan mental. Kalau sudah begitu aku segera mencari tukang pijat untuk mengendorkan urat saraf yang telah amat tegangnya.

Cerita Seks Indobokep27 - Perjakali Diambil Oleh Tukang Pijit



AGEN SLOT ONLINE INDONESIA - Giliranku kali ini mendapatkan projek di kota B yang berhawa sejuk dan merupakan kota idolaku. Dulu aku sempat lama berdiam di kota ini ketika kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di negeri ini. Sebagaimana projek-projek lain yang sering kukerjakan maka tidak ada perkecualian projek ini juga menuntut energi dan pikiran ekstra keras karena ketatnya jadwal. Salah satu hal yang menyebalkan di kota ini adalah masalah taxi yang buruk kondisinya dan lagi jarang mau menggunakan argo sehingga harus selalu melakukan negosiasi terlebih dahulu. Oleh sebab itu sering aku mencari hotel terdekat dengan lokasi projek sehingga dapat dicapai dengan jalan kaki hanya beberapa menit.

AGEN CASINO ONLINE INDONESIA - Minggu ini adalah puncak-puncaknya pekerjaan sehingga keletihan amat sangat terasa. Hal ini menyebabkan aku malas pulang week end ke kota J di mana aku tinggal. Kurencanakan Sabtu pagi besok saja untuk pulang menggunakan kereta api. Karena anggota tim lain selalu pulang ke J (semuanya berdomisili di J) di akhir minggu maka kini tinggal aku sendirian.

Setelah makan malam di restoran hotel aku masuk ke kamar sambil nonton acara-acara TV. Berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV-nya pun terbatas, untuk mengirit ongkos operasional kali. Setelah satu jam aku mulai dihinggapi kejenuhan. Mau tidur masih amat susah karena malam begitu larut, baru jam 8an, dan badan yang amat letih ternyata malah membuat sulit untuk segera beristirahat tidur. Tiba-tiba aku teringat biasanya hotel ada info layanan pijat. Kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. Tanpa kurang akal kutelpon operator untuk menanyakan apakah di hotel ini bisa dicarikan tukang pijat. Ah lega rasanya ketika dijawab bisa dan akan segera diantar.

AGEN LIVE CASINO ONLINE INDONESIA - Sambil menunggu kedatangan tukang pijat aku mulai mencoba kembali menikmati acara-acara di layar TV. Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberapa hari ini. Ah beginilah nikmatnya masih bujangan (sebagai lelaki berusia 35 aku jelas termasuk telat menikah, hehe biarin masih enak sendiri kok), waktu masih bisa diatur sesuka hati. Coba kalau berkeluarga sebagaimana kawan-kawanku itu, pasti mereka harus buru-buru pulang sementara masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket kereta karena penuhnya calon penumpang di akhir minggu.

BANDAR BOLA ONLINE INDONESIA - Sejam kemudian ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya ibu-ibu berumur 45-an lebih kira-kira. Tinggi tubuh sekitar 155 cm, berkulit kuning bersih, wajah sudah menunjukkan usianya yang memang sudah matang. Dengan mengenakan jaket kain dan bercelana jean yang agak ketat. Dengan santunnya dia permisi untuk masuk. Kupersilakan dia masuk sementara pengantarnya yang adalah bell boy kemudian pergi meninggalkannya.


AGEN TOGEL ONLINE INDONESIA - Setelah di dalam kamar kupersilakan duduk dulu di kursi pojok kamar. Aku ijin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk orang yang nggak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC pula) sehingga sering pipis. Daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. Kan nggak nyaman pas lagi merem-melek dipijat eh kebelet pipis, pasti akan merepotkan.

Setelah selesai dari toilet kulepas kaos dan celana pendekku sehingga tinggal CD saja. Lalu kulihat ibu itu membuka jaketnya sehingga hanya memakai kaos ketat hitam saja. Wah ternyata si ibu ini masih bagus juga badannya, kelihatan perut masih kencang. Tanpa banyak buang waktu langsung aku tengkurap di atas ranjang. Ibu tukang pijat mendekat dan mengatakan maaf serta mohon ijin untuk mulai pemijatan. Pertama yang dipijat adalah telapak kaki. Ah nyamannya. Telapak kakiku yang telah kaku-kaku ditekan-tekan dan kemudian diurut.

Aku tak mau banyak bicara agar Si Ibu lebih fokus pada pekerjaannya dan aku konsentrasi agar kenikmatan yang kuraih dari pijatan-pijatan maksimal. Setelah selesai dari telapak kaki mulailah naik menuju ke betisku yang tak kalah kakunya. Rupanya betis kaku kalau dipijat menimbulkan rasa nyeri sehingga aku sedikit meringis. Rupanya Si Ibu tahu kesakitanku lalu sedikit dikurangi tekanannya. Selesai ditekan-tekan kemudian diurut-urut. Untuk urut dipakailah cream agar licin.

Begitu sampai menuju paha tiba-tiba kudengar suaranya..

“Den, maaf CD-nya dilepas saja biar nggak kotor kena minyak. Maaf ya.”


AGEN TEMBAK IKAN ONLINE INDONESIA - Karena logis alasannya ya kulepas saja meskipun membuatku kikuk (aku sering dipijat tetapi biasanya pria tuna netra). Aku lepas CD-ku dengan hanya mengangkat pantat terus kuperosotkan keluar dari kaki. Menurutku Si Ibu nggak dapat melihat “adikku”. Lalu aku mapan lagi agar pijatan dapat diteruskan. Mulanya paha luar yang mendapatkan giliran. Setelah kedua sisi paha luar selesai baru dilanjutkan dengan paha dalam. Dengan mengurut dari arah bawah menuju atas, stop press!! Bisakah anda bayangkan?

Jari-jarinya, kayaknya ibu jarinya (aku nggak bisa lihat sih) secara halus menyenggol kantong-kantong kejantananku. Serr. Kudiamkan. Kemudian pantatku mulai dijamahnya dengan cara melingkar dari bawah ke atas luar terus turun masuk ke dalam dan berakhir di.. Ujung selangkangan persisnya tengah-tengah antara kedua kantong kejantananku. Serr. Serr. Uenak sekali. Aku heran agak lama juga dia ini bermain di wilayah sensitif ini. Tapi biarlah, enak ini. Hehe. Eh ketika sedang enak-enaknya menikmati jari-jari lihainya yang baru pertama kali kunikmati sensasi kenikmatan tiada tara ini berlangsung tiba mulai naik ke arah pinggang. Agak kecewa juga, tapi kutahan biarlah dia menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan prosedur standar pemijatan yang dia praktekkan.

Begitu selesai dengan leher belakang sebagai bagian teratas yang dirambahnya, tiba-tiba dengan ‘cool’-nya memerintahkan untuk telentang. Wah kacau ini. Bisa ketahuan nih kalau adikku ternyata telah terjaga. Tapi ya sudahlah biarkan segalanya berlalu dengan alamiah. Yang sudah telanjur tegak biarlah begitu. Hehe.

POKER TEXAS INDONESIA - Mulai lagi Si Ibu dari bawah yaitu bagian depan telapak kaki. Mulai saat ini sudah tidak mampu lagi kunikmati pijatan dari detik ke detik dan setiap inchi anggota tubuhku. Aku hanya memikirkan apa yang akan dia lakukan ketika sudah merembet ke arah paha. Gara-gara pikiranku sudah terpandu oleh kerja hormon testosteronku maka jelas sudah, adikku semakin percaya diri untuk mengeras sebelum sentuhan terjadi.

Akhirnya tiba juga saat-saat yang kunantikan. Rupanya teknik yang dia lakukan di bagian pantatku tadi dipraktekkan juga di bagian depan. Aduh Mami, enaknya minta ampun, eh nambah. Sempat kutatap wajahnya, kulihat sekilas-sekilas dia melirik adikku. Hmm rupanya dia ingin tahu efek pijatannya apakah membuahkan hasil atau tidak. Dan tidak salah dia. Sukses besar. Bahkan si adik telah sedikit menitikkan cairan - INDOBOKEP27



Ketika itu dia mencuri pandang ke aku. Aku menangkapnya. Mulai kuamati wajahnya untuk melihat lebih jelas seperti apa sebenarnya tampang Ibu ini. Biasa aja. Tidak menarik. Bahkan sudah ada beberapa kerutan. Sedikit. Tidak terlalu muluslah wajahnya. Tapi tidak berpengaruhlah itu karena nyatanya adikku tetap saja berdiri kayak tonggak, sedikit miring karena gravitasi.

AGEN JUDI ONLINE VIA PULSA - Lagi asyik-asyiknya melayang-layang imajiku akibat aksi pijatan-pijatan yang berbentuk lingkaran-lingkaran itu tiba-tiba rambahannya sudah menuju perut. Ah. Sedikit down. Sedikit kecewa. Tunggu dulu, rupanya ketika di perut masih ada harapan untuk mendapatkan sentuhan-sentuhan dahsyat itu. Ketika gerak maju-mundur di perut dengan formasi melingkar luar-dalam juga, ternyata setiap mundur gerakannya dibablaskan sehingga si adik tetap bisa menikmati sentuhan-sentuhan. Bedanya sekarang yang mendapatkan anugerah adalah bagian kepala adik. Sip. Sip bener ini. Kok ya ada tukang pijat sehebat ini. Apakah karena sudah ibu-ibu maka pengalamannya memijat bertahun-tahun yang membuatnya menjadi piawai begini? Mustinya iya.

Lalu, akhirnya pijatan di akhir bagian dada. Begitu selesai..

“Mau diapain lagi Den?”
“Maksud Ibu?” Tukasku.

Tersenyum simpul dia dan.. Tahu-tahu tangannya pura-pura pijat-pijat lagi di selangkangan tetapi dengan titik kontak gesekan ke ‘adik’ semakin besar dan lama.

“Oh tahu aku maksudnya”, pikirku.

Tanpa kujawab mulai kuelus punggungnya (dia duduk di pinggir ranjang dengan membelakangi). Dia diam dan mulai berani hanya mengelus khusus adikku saja, tidak lagi pura-pura menyentuh bagian lain. Kusingkap pelan kaosnya. Astaga, rupanya kondisi dalamnya terawat mulus. Tak kusangka padahal sudah seumur itu. Menggelegaklah kelelakianku. Tanpa terkontrol lagi aku yang tadinya telentang bangkit duduk sehingga punggungnya berhadapan dengan tubuh depanku dan tanganku yang kiri menyingkap kaosnya lebih ke atas lagi sementara yang kanan ke depan menjamah sang.. Tetek.

Dia sengaja mencondongkan dirinya ke arahku agar lebih mepet. Kulepas kaosnya dan dibantu dia sehingga sekarang setengah telanjang dia. Eits! Bulu keteknya nggak dicukur. Gairahku malah semakin meledak, kubalikkan badannya agar menghadapku. Dia menunduk mungkin malu atau minder karena umur atau ketidak cantikannya, entahlah, yang pasti dia telah dengan ahlinya melepaskan ‘nafsuku’ dari kandangnya. Kurebahkan dia dengan masih tetap pakai BH karena aku lebih suka menjamah teteknya dengan cara menyelinapkan tangan.

Kuserbu keteknya yang berbulu agak lebat itu (kering tanpa ‘burket’, kalaupun ‘burket’ toh nafsuku belum tentu turun) sambil terus meremas tetek. Kutindih dia. Celana jeans masih belum dilepas. Kususupkan tangan kananku ke dalamnya. Menyentuh veginya. Basah. Kupindahkan serangan ciumanku ke lehernya. Mendesah. Lalu mengerang-mengerang lembut dia. Kehabisan nafas aku, ketika kutarik kepalaku naik untuk mengambil udara ditarik lagi kepalaku. Ah rupanya ‘G-Spot’nya ada di leher belakang telinga sebelah kanan. Kuhajar lama dengan dengusan napas hidungku di wilayah itu. Semakin liar polahnya. Tangan kananku semakin dibasahi dengan banyak cairan. Kulepas tanganku dan kusuruh dia bangkit.

“Lepaskan BH dan celana ya”.

Tanpa tunggu lama wajahnya yang sudah merah merona itu mengangguk dan cepat-cepat semua yang kuingin lepas dilepasnya. Kupandangi sebentar teteknya, masih lumayan bulat. Kupandangi veginya, wow alangkah lebatnya. Kurebahkan lagi dengan segera. Kutindih lagi dia. Mengerang hebat. Nafasku memburu berat. Kukangkangkan pahanya. Dan bless.. Rudalku telah menghunjam ‘vegi’nya yang telah banjir itu. Kusodok-sodok sekuat tenaga. Semakin keras erangannya. Kuseret pahanya ke pinggir ranjang, dengan berdiri kuangkat kakinya menumpang di pundakku, kuarahkan kembali rudalku menuju veginya yang lenyap ditelan jembut. Kusibakkan terlebih dulu, lalu bless.. Bless.

“Argh.. Arghh.. Yang cepeth Denn Arghh.. Kencangin laggih Denn.. Auhh.. Ahh..”

Menjelang 10 menit mulai terasa hangat adikku.

“Akkhu.. Sudahh mauu.. Kelluaar.. Bikk.. Ahh.. Ahh”.
“Akkh.. Bibikh.. Jugah.. Denn. Ahh.. Argh”.

Dan tanpa dapat dibendung lagi jebollah lahar panas dari rudalku menyemburi lembahnya yang rimbun itu. Pada saat yang bersamaan. Sensasi kimiawi dari surga telah mengurasku menuju keletihan. Entah kenapa badanku yang sebelumnya sudah letih banget ternyata masih mampu mengeluarkan tenaga sebesar ini. Ibu ini memang lihai. Luar biasa kuakui.

Setelah berbaring-baring sekitar 15 menit Si Ibu minta ijin ke toilet untuk bersih-bersih diri. Kusiapkan amplop untuk memberinya kompensasi atas jasa kenikmatan luar biasa yang baru sekali ini kurasakan seumur hidupku. Tanpa dibukanya amplop itu sambil mengucapkan terima kasih dengan sopan, dia keluar kamar setelah mengenakan jaketnya kembali.

Sejak mengenal kenikmatan ‘pijat hotel’ itu, aku mulai sering mencoba-coba. Di kota B banyak sekali panti-panti yang berkedok pijat namun sesungguhnya yang ditawarkan adalah lebih dari sekadar pijat. Awalnya kucoba yang muda-muda dan cantik, akhirnya aku kembali mencari yang telah senior karena yang masih muda kuanggap belum banyak pengalaman dan tidak banyak kenikmatan yang kuraih. Di samping itu lebih aman secara kesehatan dengan yang tua karena jarang dipakai, sementara yang muda dan cantik laris diantri banyak pria dari berbagai lapisan dan dengan kondisi kesehatan yang sulit terkontrol pula.

*****

Demikianlah kisah keperjakaanku yang hilang di tangan sang Ibu Pemijat. Aku tidak menyesal. Bahkan malah sulit melupakannya. Yang kusesali adalah mengapa kenikmatan yang sedemikian dahsyatnya baru kuketahui setelah setua ini.

Sabtu, 22 Februari 2020

Cerita Seks Indobokep27 - Bercinta Dengan Ibu Kost Yang Semok

Cerita Seks Indobokep27 - Bercinta Dengan Ibu Kost Yang Semok

AGEN BOLA ONLINE INDONESIA  - Robby, seorang bujangan berumur 28 tahun yang saat ini sedang kebingungan. Pasalnya, panggilan pekerjaan dari sebuah perusahaan dimana dia melamar begitu mendadak. Dia bingung bagaimana harus mencari tempat tinggal secepat ini. Perusahaan dimana dia melamar terletak di luar kota, jangka waktu panggilan itu selama empat hari, dimana dia harus melakukan tes wawancarara.

Cerita Seks Indobokep27 - Bercinta Dengan Ibu Kost Yang Semok



Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya, dengan tujuan penginapanlah dimana dia harus tinggal. Dengan bekal yang cukup malah berlebih mungkin, sampailah dia di penginapan dimana perusahaan yang dia lamar terletak di kota itu juga. Sudah 2 hari ini dia tinggal di penginapan itu, selama ini dia sudah mepersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan guna kelancaran dalam tes wawancara nanti.

AGEN SLOT ONLINE INDONESIA  - Sampai pada akhirnya, dia membaca di surat kabar, bahwa disitu tertulis menerima kos-kosan atau tempat tinggal yang permanen. Kemudian dengan bergegas dia mendatangi alamat tersebut. Sampai pada akhirnya, sampailah dia di depan pintu rumah yang dimaksud itu.

AGEN CASINO ONLINE INDONESIA - Perlahan Robby mengetuk pintu, tidak lama kemudian terdengar suara kunci terbuka diikuti dengan seorang wanita tua yang muncul.
“Iya, ada perlu apa, Pak..?”
“Oh, begini.., tadi saya membaca surat kabar, disitu tertulis bahwa di rumah ini menyediakan kamar untuk tempat tinggal.” sahut Robby seketika.
“Oh, ya, memang benar, silakan masuk Pak, biar saya memanggil nyonya dulu,” wanita tua itu mempersilakan Robby masuk.
“Hm.., baik, terima kasih.”
Sejenak kemudian Robby sudah duduk di kursi ruang tamu.

AGEN LIVE CASINO ONLINE INDONESIA - Melayani Nafsu Birahi Ibu Kostku | Terlihat sekali keadaan ruang tamu yang sejuk dan asri. Robby memperhatikan sambil melamun. Tiba-tiba Robby dikejutkan oleh suara wanita yang masuk ke ruang tamu.
“Selamat siang, ada yang perlu saya bantu..?”
Terhenyak Robby dibuatnya, di depan dia sekarang berdiri seorang wanita yang boleh dikatakan belum terlalu tua, umurnya sekitar 40 tahunan, cantik, anggun dan berwibawa.

“Oh.., eh.. selamat siang,” Robby tergagap kemudian dia melanjutkan, “Begini Bu..”
“Panggil saya Bu Vina..,” tukas wanita itu menyahut.
“Hm.., o ya, Bu Vina, tadi saya membaca surat kabar yang tertulis bahwa disini ada kamar untuk disewakan.”
“Oh, ya. Hm.., siapa nama anda..?”
“Robby Bu,” sahut Robby seketika.



BANDAR BOLA ONLINE INDONESIA - Memang benar disini ada kamar disewakan, perlu diketahui oleh Nak Robby bahwa di rumah ini hanya ada tiga orang, yaitu, saya, anak saya yang masih SMA dan pembantu wanita yang tadi bicara sama Nak Robby, kami memang menyediakan satu kamar kosong untuk disewakan, selain agar kamar itu tidak kotor juga rumah ini biar tambah ramai penghuninya.” dengan singkat Bu Vina menjelaskan semuanya.

“Hm, suami Ibu..?” tanya Robby singkat.
“Oh ya, saya dan suami saya sudah bercerai satu tahun yang lalu,” jawab Bu Vina singkat.
“Ooo, begitu ya, untuk masalah biayanya, berapa sewanya..?” tanya Robby kemudian.
“Hm, begini, Nak Robby mau mengambil berapa bulan, biaya sewa sebulannya dua ratus tujuh puluh ribu rupiah,” jawab Bu Vina menerangkan.
“Baiklah Bu Vina, saya akan mengambil sewa untuk enam bulan,” kata Robby.
“Oke, tunggu sebentar, Ibu akan mengambil kuitansinya.”
Akhirnya setelah mengemasi barang-barang di penginapan, tinggallah Robby disitu dengan Bu Vina, Ida anak Bu Vina dan Bik Sumi pembantu Bu Vina - INDOBOKEP27



AGEN TOGEL ONLINE INDONESIA - Sudah satu bulan ini Robby tinggal sambil menunggu panggilan selanjutnya. Dan sudah satu bulan ini pula Robby punya keinginan yang aneh terhadap Bu Vina. Wanita yang anggun, cantik dan berwibawa yang cukup lama hidup sendirian. Robby tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin wanita yang masih kelihatan muda dari segi fisiknya itu dapat betah hidup sendirian. Bagaimana Bu Vina menyalurkan hasrat seksualnya. Ingin sekali Robby bercinta dengan Bu Vina. Apalagi sering Robby melihat Bu Vina memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh Bu Vina yang masih kelihatan kencang dan indah. Ingin sekali Robby menyentuhnya.

“Aku harus bisa mendapatkannya..!” gumam Robby suatu saat.
“Saya harus mencari cara,” gumamnya lagi.



AGEN TEMBAK IKAN ONLINE INDONESIA  - Sampai pada suatu saat kemudian, yaitu pada saat malam Minggu, rumah kelihatan sepi, maklum saja, Ida anak Bu Vina tidur di tempat neneknya, Bik Sumi balik ke kampung selama dua hari, katanya ada anaknya yang sakit. Tinggallah Robby dan Bu Vina sendirian di rumah. Tapi Robby sudah mempersiapkan cara bagaimana melampiaskan hasratnya terhadap Bu Vina. Lama Robby di kamar, jam menunjukkan pukul delapan malam, dia melihat Bu Vina menonton TV di ruang tengah sendirian. Akhirnya setelah mantap, Robby pun keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah.

“Selamat malam, Bu, boleh saya temani..?” sejenak Robby berbasa-basi.
“Oh, silakan Nak Robby..,” mempersilakan Bu Vina kepada Robby.
“Ngomong-ngomong, tidak keluar nih Nak Robby, malam Minggu loh, masa di rumah terus, apa tidak bosan..?” tanya Bu Vina kemudian.
“Ah, nggak Bu, lagian keluar kemana, biasanya juga malam Minggu di rumah saja,” jawab Robby sekenanya.
Lama mereka berdua terdiam sambil menikmati acara TV.

“Oh, ya, Bu, boleh saya buatkan minum..?” tanya Robby tiba-tiba.
“Lho, tidak usah Nak Robby, kok repot-repot..,”
“Ah, nggak apa-apa, sekali-kali saya yang buatkan minuman untuk Ibu, masak Ibu dan Bik Sumi saja yang selalu membuatkan minuman untuk saya.”
“Hm.., boleh kalau begitu, Ibu ingin minum teh saja,” kata Bu Vina sambil tersenyum.
“Baiklah Bu, kalau begitu tunggu sebentar.” segera Robby bergegas ke dapur.

POKER TEXAS INDONESIA - Tidak lama kemudian Robby sudah kembali sambil membawa nampan berisi dua teh dan sedikit makanan kecil di piring.
“Silakan Bu, diminum, mumpung masih hangat..!”
“Terima kasih, Nak Robby.”
Akhirnya setelah sekian lama terdiam lagi, terlihat Bu Vina sudah mulai mengantuk, tidak lama kemudian Bu Vina sudah tertidur di kursi dengan keadaan memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh dan payudaranya yang indah. Tersenyum Robby melihatnya.

“Akhirnya aku berhasil, ternyata obat tidur yang kubeli di apotik siang tadi benar-benar manjur, obat ini akan bekerja untuk beberapa saat kemudian,” gumam Robby penuh kemenangan.
“Beruntung sekali tadi Bu Vina mau kubuatkan teh, sehingga obat tidur itu dapat kucampur dengan teh yang diminum Bu Vina,” gumamnya sekali lagi.

AGEN JUDI ONLINE VIA PULSA - Sejenak Robby memperhatikan Bu Vina, tubuh yang pasrah yang siap dipermainkan oleh lelaki manapun. Timbul gejolak kelelakian Robby yang normal tatkala melihat tubuh indah yang tergolek lemah itu. Diremas-remasnya dengan lembut payudara yang montok itu bergantian kanan kiri sambil tangan yang satunya bergerilnya menyentuh paha sampai ke ujung paha. Terdengar desahan perlahan dari mulut Bu Vina, spontan Robby menarik kedua tangannya.

“Mengapa harus gugup, Bu Vina sudah terpengaruh obat tidur itu sampai beberapa saat nanti,” gumam Robby dalam hati.
Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Robby kemudian membopong tubuh Bu Vina memasuki kamar Robby sendiri. Digeletakkan dengan perlahan tubuh yang indah di atas tempat tidur, sesaat kemudian Robby sudah mengunci kamar, lalu mengeluarkan tali yang memang sengaja dia simpan siang tadi di laci mejanya.

Tidak lama kemudian Robby sudah mengikat kedua tangan Bu Vina di atas tempat tidur. Melihat keadaan tubuh Bu Vina yang telentang itu, tidak sabar Robby untuk melampiaskan hasratnya terhadap Bu Vina.

“Malam ini aku akan menikmati tubuhmu yang indah itu Bu Vina,” kata Robby dalam hati.
Satu-persatu Robby melepaskan apa saja yang dipakai oleh Bu Vina. Perlahan-lahan, mulai dari daster, BH, kemudian celana dalam, sampai akhirnya setelah semua terlepas, Robby menyingkirkannya ke lantai. Terlihat sekali sekarang Bu Vina sudah dalam keadaan polos, telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Diamati oleh Robby mulai dari wajah yang cantik, payudara yang montok menyembul indah, perut yang ramping, dan terakhir paha yang mulus dan putih dengan gundukan daging di pangkal paha yang tertutup oleh rimbunnya rambut.

Sesaat kemudian Robby sudah menciumi tubuh Bu Vina mulai dari kaki, pelan-pelan naik ke paha, kemudian berlanjut ke perut dan terakhir ciuman Robby mendarat di payudara Bu Vina. Sesekali terdengar desahan kecil dari mulut Bu Vina, tapi Robby tidak memperdulikannya. Diciumi dan diremas-remas kedua payudara yang indah itu dengan mulut dan kedua tangan Robby. Puting merah jambu yang menonjol indah itu juga tidak lepas dari serangan-serangan Robby. Dikulum-kulum kedua puting itu dengan mulutnya dengan perasaan dan gairah birahi yang sudah memuncak. Setelah puas Robby melakukan itu semua, perlahan-lahan dia bangkit dari tempat tidur.

Satu-persatu Robby melepas pakaian yang melekat di badannya, akhirnya keadaan Robby sudah tidak beda dengan keadaan Bu Vina, telanjang bulat, polos, tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Terlihat kemaluan Robby yang sudah mengencang hebat siap dihunjamkan ke dalam vagina Bu Vina. Tersenyum Robby melihat rudalnya yang panjang dan besar, bangga sekali dia mempunyai rudal dengan bentuk begitu.

Perlahan-lahan Robby kembali naik ke tempat tidur dengan posisi telungkup menindih tubuh Bu Vina yang telanjang itu, kemudian dia memegang rudalnya dan pelan-pelan memasukkannya ke dalam vagina Bu Vina. Robby merasakan vagina yang masih rapat karena sudah setahun tidak pernah tersentuh oleh laki-laki. Akhirnya setelah sekian lama, rudal Robby sudah masuk semuanya ke dalam vagina Bu Vina.

Ketika Robby menghunjamkan rudalnya ke dalam vagina Bu Vina sampai masuk semua, terdengar rintihan kecil Bu Vina, “Ah.., ah.., ah..!”
Tapi Robby tidak menghiraukannya, dia lalu menggerakkan kedua pantatnya maju munjur dengan teratur, pelan-pelan tapi pasti.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar setiap kali ketika Robby melakukan aktivitasnya itu, diikuti dengan bunyi tempat tidur yang berderit-derit.

“Uh.., oh.., uh.., oh..,” sesekali Robby mengeluh kecil, sambil tangannya terus meremas-remas kedua payudara Bu Vina yang montok itu.
Lama Robby melakukan aktivitasnya itu, dirasakannya betapa masih kencangnya dan rapatnya vagina Bu Vina. Akhirnya Robby merasakan tubuhnya mengejang hebat, merapatkan rudalnya semakin dalam ke vagina Bu Vina.

“Ser.., ser.., ser..,” Robby merasakan cairan yang keluar dari ujung kemaluannya mengalir ke dalam vagina Bu Vina.
“Oh.. ah.. oh.. Bu Vina.., oh..!” terdengar keluhan panjang dari mulut Robby.
Setelah itu Robby merasakan tubuhnya yang lelah sekali, kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Bu Vina dengan posisi memeluk tubuh Bu Vina yang telah dinikmatinya itu.

Lama Robby dalam posisi itu sampai pada akhirnya dia dikejutkan oleh gerakan tubuh Bu Vina yang sudah mulai siuman. Secara reflek, Robby bangkit dari tempat tidurnya menuju ke arah saklar lampu dan mematikannya. Tertegun Robby berdiri di samping tempat tidur dalam kamar yang sudah dalam keadaan gelap gulita itu. Sesaat kemudian terdengar suara Bu Vina.

“Oh, dimana aku, mengapa gelap sekali..?”
Sebentar kemudian suasana menjadi hening.
“Dan, mengapa tanganku diikat, dan, oh.., tubuhku juga telanjang, kemana pakaianku, apa yang terjadi..?” terdengar suara Bu Vina pelan dan serak.

Suasana hening agak lama. Robby tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia diam saja.
Terdengar lagi suara Bu Vina mengeluh, “Oh.., tolonglah aku..! Apa yang terjadi padaku, mengapa aku bisa dalam keadaan begini, siapa yang melakukan ini terhadapku..?” keluh Bu Vina.
Akhirnya timbul kejantanan dalam diri Robby, bagaimanapun setelah apa yang dia lakukan terhadap Bu Vina, Robby harus berterus terang mengatakannya semuanya.

“Ini saya..,” gumam Robby lirih.
“Siapa, kamukah Yodi..? Mengapa kamu kembali lagi padaku..?” sahut Bu Vina agak keras.
“Bukan, ini saya Bu.., Robby..,” Robby berterus terang.

“Robby..!” kaget Bu Vina mendengarnya.
“Apa yang kamu lakukan pada Ibu, Robby..? Bicaralah..! Mengapa Ibu kamu perlakukan seperti ini..?” tanya Bu Vina kemudian.

Kemudian Robby bercerita mulai dari awal sampai akhir, bagaimana mula-mula dia tertarik pada Bu Vina, sampai pada keheranannya bagaimana juga Bu Vina dapat hidup sendiri selama setahun tanpa ada laki-laki yang dapat memuaskan hasrat birahi Bu Vina. Juga tidak lupa Robby menceritakan semua yang dia lakukan terhadap Bu Vina selama Bu Vina tidak sadar karena pengaruh obat tidur. Tertegun Bu Vina mendengar semua perkataan Robby. Lama mereka terdiam, tapi terdengar Bu Vina bicara lagi.

“Robby.., Robby.., Ibu memang menginginkan laki-laki yang bisa memuaskan hasrat birahi Ibu, tapi bukan begini caranya, mengapa kamu tidak berterus-terang pada Ibu sejak dulu, kalaupun kamu berterus terang meminta kepada Ibu, pasti Ibu akan memberikannya kepadamu, karena Ibu juga merasakan bagaimana tidak enaknya hidup sendiri tanpa laki-laki.”

“Terus terang saya malu Bu, saya malu kalau Ibu menolak saya.”
“Tapi setidaknya kan, berterus terang itu lebih sopan dan terhormat daripada harus memperlakukan Ibu seperti ini.”
“Saya tahu Bu, saya salah, saya siap menerima sanksi apapun, saya siap diusir dari rumah ini atau apa saja.”

“Oh, tidak Robby, bagaimanapun kamu telah melakukannya semua terhadap Ibu. Sekarang Ibu tidak lagi terpengaruh oleh obat tidur itu lagi, Ibu ingin kamu melakukannya lagi terhadap Ibu apa yang kamu perbuat tadi, Ibu juga menginginkannya Robby tidak hanya kamu saja.”
“Benar Bu..?” tanya Robby kaget.
“Benar Robby, sekarang nyalakanlah lampunya, biar Ibu bisa melihatmu seutuhnya,” pinta Bu Vina kemudian.

Tanpa pikir panjang lagi, Robby segera menyalakan lampu yang sejak tadi padam. Sekarang terlihatlah kedua tubuh mereka yang sama-sama polos, dan telanjang bulat dengan posisi Bu Vina terikat tangannya.

“Oh Robby, tubuhmu begitu atletis. Kemarilah, nikmatilah tubuh Ibu, Ibu menginginkannya Robby..! Ibu ingin kamu memuaskan hasrat birahi Ibu yang selama ini Ibu pendam, Ibu ingin malam ini Ibu benar-benar terpuaskan.”

Perlahan Robby mendekati Bu Vina, diperhatikan wajah yang tambah cantik itu karena memang kondisi Bu Vina yang sudah tersadar, beda dengan tadi ketika Bu Vina masih tidak sadarkan diri. Diusap-usapnya dengan lembut tubuh Bu Vina yang polos dan indah itu, mulai dari paha, perut, sampai payudara. Terdengar suara Bu Vina menggelinjang keenakan.

“Terus.., Robby.., ah.. terus..!” terlihat tubuh Bu Vina bergerak-gerak dengan lembut mengikuti sentuhan tangan Robby.
“Tapi, Robby, Ibu tidak ingin dalam keadaan begini, Ibu ingin kamu melepas tali pengikat tangan Ibu, biar Ibu bisa menyentuh tubuhmu juga..!” pinta Ibu Vina memelas.
“Baiklah Bu.”

Sedetik kemudian Robby sudah melepaskan ikatan tali di tangan Bu Vina. Setelah itu Robby duduk di pinggir tempat tidur sambil kedua tangannya terus mengusap-usap dan meremas-remas perut dan payudara Bu Vina.

“Nah, begini kan enak..,” kata Bu Vina.
Sesaat kemudian ganti tangan Bu Vina yang meremas-remas dan menarik maju mundur kemaluan Robby, tidak lama kemudian kemaluan Robby yang diremas-remas oleh Bu Vina mulai mengencang dan mengeras. Benar-benar hebat si Robby ini, dimana tadi kemaluannya sudah terpakai sekarang mengeras lagi. Benar-benar hyper dia.

“Oh.., Robby, kemaluanmu begitu keras dan kencang, begitu panjang dan besar, ingin Ibu memasukkannya ke dalam vagina Ibu.” kata Bu Vina lirih sambil terus mempermainkan kemaluan Robby yang sudah membesar itu.
Diperlakukan sedemikian rupa, Robby hanya dapat mendesah-desah menahan keenakan.
“Bu Vina, oh Bu Vina, terus Bu Vina..!” pinta Robby memelas.
Semakin hebat permainan seks yang mereka lakukan berdua, semakin hot, terdengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan kecil yang keluar dari mulut mereka berdua.

“Oh Robby, naiklah ke atas tempat tidur, naiklah ke atas tubuhku, luapkan hasratmu, puaskan diriku, berikanlah kenikmatanmu pada Ibu..! Ibu sudah tak tahan lagi, ibu sudah tak sabar lagi..” desis Bu Vina memelas dan memohon.

Sesaat kemudian Robby sudah naik ke atas tempat tidur, langsung menindih tubuh Bu Vina yang telanjang itu, sambil terus menciumi dan meremas-remas payudara Bu Vina yang indah itu.

“Oh, ah, oh, ah.., Robby oh..!” tidak ada kata yang lain yang dapat diucapkan Bu Vina yang selain merintih dan mendesah-desah, begitu juga dengan Robby yang hanya dapat mendesis dan mendesah, sambil menggosok-gosokkan kemaluannya di atas permukaan vagina Bu Vina. Reflek Bu Vina memeluk erat-erat tubuh Robby sambil sesekali mengusap-usap punggung Robby.

Sampai suatu ketika, tangan Bu Vina memegang kemaluan Robby dan memasukkannya ke dalam vaginanya. Pelan dan pasti Robby mulai memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina, sambil kedua kakinya bergerak menggeser kedua kaki Bu Vina agar merenggang dan tidak merapat, lalu menjepit kedua kaki Bu Vina dengan kedua kakinya untuk terus telentang. Akhirnya setelah sekian lama berusaha, karena memang tadi Robby sudah memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina, sekarang agak gampang Robby menembusnya, Robby sudah berhasil memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina.

Kemudian dengan reflek Robby menggerakkan kedua pantatnya maju mundur teru-menerus sambil menghunjamkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina.
“Slep.., slep.., slep..,” terdengar ketika Robby melakukan aktivitasnya itu.
Terlihat tubuh Bu Vina bergerak menggelinjang keenakan sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya mengikuti irama gerakan pantat Robby.

“Ah.., ah.., oh.. Robby.., jangan lepaskan, teruskan, teruskan, jangan berhenti Robby, oh.., oh..!” terdengar rintihan dan desahan nafas Bu Vina yang keenakan.
Lama Robby melakukan aktivirasnya itu, menarik dan memasukkan kemaluannya terus-menerus ke dalam vagina Bu Vina. Sambil mulutnya terus menciumi dan mengulum kedua puting payudara Bu Vina.

“Oh.., ah.. Bu Vina, oh.., kamu memang cantik Bu Vina, akan kulakukan apa saja untuk bisa memuaskan hasrat birahimu, ih.., oh..!” desis Robby keenakan.
“Oh.., Robby.., bahagiakanlah Ibu malam ini dan seterusnya, oh Robby.., Ibu sudah tak tahan lagi, oh.., ah..!”
Semakin cepat gerakan Robby menarik dan memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Vina, semakin hebat pula goyangan pantat Bu Vina mengikuti irama permainan Robby, sambil tubuhnya terus menggelinjang bergerak-gerak tidak beraturan.

Semakin panas permainan seks mereka berdua, sampai akhirnya Bu Vina merintih, “Oh.., ah.., Robby.., Ibu sudah tak tahan lagi, Ibu sudah tak kuat lagi, Ibu mau keluar, oh Robby.., kamu memang perkasa..!”
“Keluarkan Bu..! Keluarkanlah..! Puaskan diri Ibu..! Puaskan hasrat Ibu sampai ke puncaknya..!” desis Robby menimpali.
“Mari kita keluarkan bersama-sama Bu Vina..! Oh, aku juga sudah tak tahan lagi,” desis Robby kemudian.

Setelah berkata begitu, Robby menambah genjotannya terhadap Bu Vina, terus-menerus tanpa henti, semakin cepat, semakin panas, terlihat sekali kedua tubuh yang basah oleh keringat dan telanjang itu menyatu begitu serasi dengan posisi tubuh Robby menindih tubuh Bu Vina.

Sampai akhirnya Robby merasakan tubuhnya mengejang hebat, begitu pula dengan tubuh Bu Vina. Keduanya saling merapatkan tubuhnya masing-masing lebih dalam, seakan-akan tidak ada yang memisahkannya.

“Ser.., ser.., ser..!” terasa keluar cairan kenikmatan keluar dari ujung kemaluan Robby mengalir ke dalam vagina Bu Vina, begitu nikmat seakan-akan seperti terbang ke langit ke tujuh, begitu pula dengan tubuh Bu Vina seakan-akan melayang-layang tanpa henti di udara menikmati kepuasan yang diberikan oleh Robby.
Sampai akhirnya mereka berdua berhenti karena merasa kelelahan yang amat sangat setelah bercinta begitu hebat.

Sejenak kemudian, masih dengan posisi yang saling menindih, terpancar senyum kepuasan dari mulut Bu Vina.
“Robby, terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada Ibu..,” kata Bu Vina sambil tangannya mengelus-elus rambut Robby.
“Sama-sama Bu, aku juga puas karena sudah membuat Ibu berhasil memuaskan hasrat birahi Ibu,” sahut Robby dengan posisi menyandarkan kepalanya di atas dada Bu Vina.
Suasana yang begitu mesra.

“Selama disini, mulai malam ini dan seterusnya, Ibu ingin kamu selalu memberi kepuasan birahi Ibu..!” pinta Ibu Vina.
“Saya berjanji Bu, saya akan selalu memberikan yang terbaik bagi Ibu..,” kata Robby kemudian.
“Ah, kamu bisa saja Wan,” tersungging senyum di bibir Bu Vina.
“Tapi, ngomong-ngomong bagaimana dengan Ida dan Bik Sumi..?” tanya Robby.
“Lho, kita kan bisa mencari waktu yang tepat. Disaat Ida berangkat sekolah juga bisa, dan Bik Sumi di dapur. Di saat keduanya tidur pun kita bisa melakukannya. Pokoknya setiap saat dan setiap waktu..!” jawab Bu Vina manja sambil tangannya mengusap-usap punggung Robby.

Sejenak Robby memandang wajah Bu Vina, sesaat kemudian keduanya sama-sama tertawa kecil. Akhirnya apa yang mereka pendam berdua terlampiaskan sudah. Sambil dengan keadaan yang masih telanjang dan posisi saling merangkul mesra, mereka akhirnya tertidur kelelahan.

Aku Si Pemuas Nafsu Tante Girang

Aku Si Pemuas Nafsu Tante Girang AGEN BOLA ONLINE INDONESIA - Saat ini aku kuliah disalah satu universitas, sebagai cowok aku biasa-biasa...